Petaka Mengintai 17 Daerah Aliran Sungai Brantas di Jawa Timur

Petaka Mengintai 17 Daerah Aliran Sungai Brantas di Jawa Timur

Info seputar SGP Hari Ini 2020 – 2021.

VIVA   –  Perum Jasa Tirta (PJT) I selaku otoritas pengelola Daerah Deraian Sungai (DAS) Brantas mengungkapkan bahwa tahun 2020 menjadi musim terbasah dalam tiga tahun terakhir. DAS Brantas memiliki curah hujan dengan tinggi sehingga sepanjang DAS Brantas menjadi lembab dan basah.

“Curah hujan seluruh Brantas 1, 250 milimeter di tahun 2019. Pada tahun 2020, 1450 hingga 1. 500 milimeter, berarti potensi DAS Brantas sedikit lembab dan basah—ini harus diwaspadai oleh warga di bantaran sungai, ” kata Direktur Utama PJT I Raymond Valiant Ruritan, Sabtu, 12 Desember 2020.

Raymond mengingatkan, kepala daerah di wilayah yang dilalui Sungai Brantas kudu melakukan mitigasi untuk mencegah kesusahan tanah longsor hingga banjir. Data dari PJT I di tarikh 2020 ada 17 wilayah pada Jawa Timur yang berpotensi berlaku bencana. Sungai Brantas mengalir sepanjang 11. 800 kilometer atau seperempat wilayah Jatim dialiri oleh Sungai Brantas.

Baca: Hoax, Video Penuh Mobil Terseret Banjir Disebut pada Sampang

Ada 17 titik rawan bencana pada Jatim, antara lain 2 titik di Kediri, 2 titik pada Nganjuk, 5 di Jombang, 3 Sidoarjo, 2 mojokerto, dan dua titik di Gresik. Di wilayah Malang Raya potensi bencana adalah longsor karena berada di lapangan tinggi.

Faktor sempurna di DAS Brantas adalah curah hujan tinggi serta tanah tidak bisa meresap air dengan jalan. Penyabab utama adanya tutupan tanah sehingga air tidak bisa mesra ke tanah, aliran air batal mengalir ke sungai sehingga menjadikan banjir di perkotaan.

PJT I selalu mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan sampah ke sungai. Sebab, selama ini limbah di Sungai Brantas 60 persen berasal dari limbah rumah tangga atau domestik, dalam antaranya air deterjen, sabun makbul, minyak goreng bahkan limbah padat seperti plastik, kertas, dan yang lain.