Pesepeda yang Viral karena Masuk Tol Jagorawi Terancam Dipenjara

Pesepeda yang Viral karena Masuk Tol Jagorawi Terancam Dipenjara

VIVA   –  PT Jasa Marga dan Kepolisian sudah melakukan investigasi peristiwa masuknya para pesepeda di jalan Tol Jagorawi akhir pekan lalu. Mereka dengan bikin heboh jagat sosial jalan itu ditegaskan pihak berwenang telah melanggar peraturan yang berlaku.  

Kepala Induk Perondaan Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi Korlantas Polri,   Kompol Fitrisia Kamila Tasran, mengungkapkan  para pesepeda itu melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005, Pasal 38 Ayat 1. Yang menyebutkan ustaz tol hanya diperuntukan bagi pengguna jalan yang menggunakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Atas pelanggaran itu, lanjutnya, para pesepeda itu bisa dipidanakan. Hukuman yang berlaku berdasarkan Undang-undang nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan, pasal 64 ayat 4.

Mengucapkan juga;   Pesepeda yang Hadir Jagorawi Mengaku Tak Tahu Itu Jalan Tol

Ayat itu menjelaskan, setiap orang selain pengguna jalan tol dan aparat jalan tol yang karena kelalaiannya memasuki jalan tol, dapat dipidana dengan pidana kurungan paling periode 14 hari atau denda memutar banyak Rp3 juta.

“Pelanggaran yang dilakukan oleh rombongan pesepeda tersebut akan dikenakan hukuman pidana, ” ungkap Kamila dikutip dari keterangannya, Senin 14 September 2020.

Kamila mengatakan, Jasa Marga serta Pihak Kepolisian telah melakukan pertemuan dan sosialisasi kepada perwakilan pesepeda tersebut. Mereka berkomitmen bahwa perkara tersebut tidak akan terulang kembali.

“Para pesepeda itu menyadari dan mengakuai kesalahannya. Mereka siap menerima konsekuensi hukum akan kesalahan yang terjadi, ” tegasnya.

Lebih lanjut tempat mengatakan, polisi telah memeriksa tiga orang saksi dalam kasus ini. Dari pemeriksaan tersebut diketahui para pesepeda yang masuk ke Tol Jagorawi itu berinisial WT, MY, UM, AS, AF, dan FS

“(Mereka) berkomitmen selalu kooperatif dalam memberikan keterangan pada petugas, ” tutup Kamila. (ren)