Penyalamatan Nyawa Dramatis Pasukan Ksatria Karo TNI di Rimba Papua

Penyalamatan Nyawa Dramatis Pasukan Ksatria Karo TNI di Rimba Papua

VIVA   – Sungguh luar pelik, pasukan Ksatria Karo Batalyon Infanteri (Yonif) 125/Si’mbisa dari Komando Kawasan Militer Bukit Barisan berhasil menyelamatkan nyawa seorang ibu dan bayinya di rimba Papua.

Kisah penyelamatan dramatis itu bermula saat seorang ibu bernama Isok Sendie Dimar hendak melahirkan dalam sebuah kawasan hutan belantara.

“Ada warga yang meminta bantuan, lalu tiga personel  Satgas dari Pos Yakyu dipimpin Danpos Letda Inf Zul Efendi terjun langsung membantu, ” kata Komandan Satuan Tugas Yonif 125/Si’mbisa, Letnan Kolonel Anjuanda Pardosi dalam pancaran resminya yang diidapatkan VIVA Militer Senin 7 September 2020.

Setiba di lokasi yang dituju, Isok terang sudah terkulai lemas di tempat tanah dan hanya beralaskan terpal plastik.

“Dengan cakap dan cepat, Letda Inf Zul Efendi beserta dua orang bagian Tim Kesehatan segera memberikan bantuan kepada sang ibu dan jiwa orok, ” ucap Dansatgas memasukkan.

Setelah melahirkan, suasana Ibu Isok terlihat lemas. Sehingga Yakyu memerintahkan anggotanya untuk segera melakukan pemeriksaan.

Karena kondisi Isok terus menurun, prajurit penolong pun langsung memberikan tumpuan dengan cara  memberikan cairan infus.

“Kita ikut senang dapat membantu memecahkan kesulitan yang dihadapi warga, dan ini pula merupakan implementasi Delapan Wajib TNI untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya, ” tutur Anjuanda.

Suami Ibu Isok, Lukas Maywa, mengucapkan terima afeksi atas kepedulian serta pertolongan dibanding anggota Satgas kepada keluarganya. Sehingga sang istri dapat melahirkan secara lancar, dan kini tinggal cara pemulihan saja.

“Kehadiran Satgas di kampung ini benar kami rasakan bantuannya. Kiranya Tuhan senantiasa memberikan kesehatan dan fasilitas dalam menjalankan tugasnya, ” ujar Lukas.

Untuk diketahui, memang hingga saat ini masih banyak warga Papua yang menghuni hutan. Biasanya mereka berada dalam hutan untuk berkebun. Tapi tersedia juga sebuah tradisi yang meminta ibu hamil diungsikan ke alas sampai melahirkan.

Mengaji:   Bandara Internasional Baghdad Dihujani Rudal Katyusha, 4 Mobil Meledak