Operasi Yustisi, Kapolda Metro: 119 Panti Makan Melanggar PSBB

Operasi Yustisi, Kapolda Metro: 119 Panti Makan Melanggar PSBB

VIVA   –  Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan sudah ada perkantoran & rumah makan yang ditutup selama patroli Operasi Yustisi dalam rencana pendispilinan aturan protokol kesehatan saat masa pembatasan baik berskala besar (PSBB) sejak 14 sampai 19 September 2020.

Membaca Juga:   Mendagri Tito Tunda 3. 000 Pilkades di Seluruh Indonesia

“Untuk perkantoran, ada dua perkantoran dengan ditutup, ” kata Nana dalam Mapolda Metro Jaya pada Minggu, 20 September 2020.

Selain itu, Nana mengatakan ada juga rumah dahar yang ditutup lantaran tidak mengindahkan protokol kesehatan selama pengawasan secara ketat PSBB. Menurut dia, vila makan ini melanggar karena masih menerima masyarakat untuk makan di tempat ( dine in ).

“Rumah makan ada 119 rumah prasmanan yang selama ini melakukan pelanggaran. Harusnya sebagai take way, akan tetapi mereka masih menerima masyarakat untuk makan di tempat, ” ujarnya.

Gubernur DKI, Anies Baswedan mengumumkan PSBB yang lebih ketat dari masa transisi. PSBB ini akan berlaku selama 14 hari Senin, 14 September 2020. Menurut nya, PSBB yang lebih cermat ini diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 88 tahun 2020, yang menggantikan Pergub 33/2020. Langkah-langkah ke depan mengalami pemisahan yang berbeda dari masa pertukaran kemarin.

“Sebelumnya ada Pergub 33/2020 mengenai PSBB yang ditetapkan pada 9 April, lalu Pergub 79/2020 tanggal 19 Agustus tentang penerapan peraturan, dan Pergub 88/2020 yang ditetapkan hari ini tentang perubahan Pergub 33, ” kata Anies.

Dalam jumpa pers tersebut, Anies ditemani sejumlah pejabat. Itu adalah Wakil Gubernur DKI, Pangdam Jaya, Wakapolda Metro Jaya, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI, dan Juru bicara Satgas COVID-19, Profesor Wiku.

“Kami menyadari kita semua hadapi tantangan tidak kecil dari COVID ini. Kita pastikan keselamatan untuk warga Jakarta & warga Indonesia yang berkegiatan dalam kota ini, ” ujarnya.

Selama 2 pekan, lanjut Anies, mulai 14 September hanya akan ada 11 sektor daya yang tetap beroperasi.  

“Sektor-sektor itu adalah kesehatan tubuh, bahan pangan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, perbankan/keuangan/ sistem pembalasan, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar/utilitas publik, dan daerah yang memfasilitasi kebutuhan sehari-hari, ” jelas dia.  

Pesan penting dari PSBB hangat ini menurut Anies adalah tetap berada di rumah kecuali tersedia kebutuhan mendesak. Dengan PSBB dengan lebih ketat itu, Anies juga mengungkapkan sejumlah kegiatan yang kudu ditutup sementara 2 pekan ke depan. Ini termasuk sekolah, tempat-tempat rekreasi atau taman hiburan.  

“Taman kota RPTRA tutup, begitu pula sarana gerak publik, resepsi pernikahan, seminar, dan konferensi. Khusus untuk pernikahan ataupun pemberkatan perkawinan bisa berlangsung di kantor catatan sipil, ” sebutan Anies.