Lakon Komandan Perempuan Sukses Pimpin Misi China ke Bulan

Lakon Komandan Perempuan Sukses Pimpin Misi China ke Bulan

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Seorang komandan luar udara perempuan berusia 24 tahun menjelma viral di media sosial di China untuk prestasinya dalam kalender eksplorasi yang dinamakan Bulan Chang`e-5.

Meskipun menjadi komandan termuda di Situs Peluncuran Motor Luar Angkasa Wenchang, Zhou Chengyu dikenal bekerja sebagai “Kakak” sebagai tanda penghormatan.

Misi Chang`e-5 adalah pendaratan ke Bulan ketiga yang berhasil dijalankan China dalam tujuh tahun.

Chengyu bertanggung jawab atas sistem konektor roket – tugas yang memiliki peran penting dalam program eksplorasi.

Astronot muda itu telah menjadi topik trending di Weibo semenjak media pemerintah China menyoroti tempat sebagai salah satu perempuan yang terlibat dalam keberhasilan peluncuran kendaraan satelit Chang`e-5 pada 23 November.

Ceritanya secara khusus telah menarik perhatian publik menetapi usianya yang masih muda. Pemakai media sosial telah merayakan “kecemerlangan” Chengyu dan menyebutnya sebagai “sumber kebanggaan” bagi negara.

Beberapa orang bercanda dengan menilik pada pencapaian per dan menanggapi bagaimana mereka sederhana jauh jika dibangdingkan dengan Chengyu.

Namun, sorotan jemaah terhadap perempuan asal Provinsi Guizhou itu tampaknya tidak mempengaruhinya.

Menurut situs berita Duocai Guizhou Net, Chengyu berulang kala menolak permintaan wawancara karena tempat tidak ingin ketenaran yang dia alami itu menghalangi pekerjaannya.

Tujuan dari misi Chang`e-5 – yang namanya diambil dibanding nama seorang dewi bulan China – adalah untuk mengumpulkan bebatuan dan tanah bulan untuk menolong para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang formasi bulan.

CNSA/CLEP
Chang`e-5 datang di barat laut sisi dekat Bulan, menancapkan bendera China pada sana seperti yang terlihat dalam sebelah kanan foto.

Bila berhasil, misi itu akan menjelma yang pertama dalam lebih dari 40 tahun yang membawa contoh bulan kembali ke Bumi, dan, akan menjadikan China negara ketiga yang melakukan hal itu, menyusul Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Menentang Juga

Misi tersebut adalah bagian lantaran upaya Beijing untuk menjadi negeri adidaya luar angkasa, dengan media China menjuluki “impian luar angakasa” – sebagaimana Presiden Xi Jinping meenyebutnya – sebagai satu kiprah dalam jalan menuju “peremajaan nasional”.

Bagi China, eksplorasi luar angkasa dipandang sebagai cara untuk menampilkan kekuatan teknologinya yang sedang berkembang, serta untuk membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang kudu diperhitungkan di panggung dunia.

Profesor Ouyang Ziyuan, salah satu ilmuwan terkemuka negara tersebut, mengatakan kepada surat kabar formal China, People`s Daily, pada tarikh 2006: “Eksplorasi bulan adalah gambaran dari kekuatan nasional komprehensif suatu negara. ”

Tarikh lalu, China menjadi negara mula-mula yang berhasil mendaratkan pesawat kawasan angkasa robotik di sisi jauh bulan. Dalam beberapa dekade ke depan, pihaknya berencana membangun stasiun penelitian di Bulan dan mengirim orang ke Mars.

Mitos dewi bulan

Kerry Allen, Analis Media China

Kebanyakan karakter China mengetahui kisah mitos Chang`e, seorang dewi bulan China. Tersebut adalah kisah yang tidak berbeda dengan Romeo & Juliet – tentang seorang wanita yang meminum ramuan keabadian, tanpa sengaja tak meninggalkan apa pun untuk suaminya, dan tanpa beban, terbang ke bulan sehingga dia dapat tentu dekat dengannya sampai dia meninggal.

Mitos ini diceritakan setiap tahun saat Festival Rata-rata Musim Gugur / Festival Kamar China, sehingga orang tidak sanggup mendengar kata “Chang`e” tanpa membayangkan gambaran romantis tentang dewi bulan.

Berdasarkan ini, misi China ke bulan seperti memanggil sosok wanita yang kuat. Serta foto-foto Zhou Chengyu yang berumur 24 tahun telah tersebar dalam seluruh media pemerintah, dengan perkataan tentang bagaimana dia adalah “tentara garis depan di bidang kedirgantaraan” dan “kakak perempuan” yang mampu dijadikan panutan bagi pemuda China.

China semakin berusaha menonjolkan sosok perempuan kuat dalam negaranya. Kepemimpinan tertinggi negara tersebut sangat didominasi pria, tetapi di dalam November, surat kabar nasional Ijmal Times mengundang netizen untuk menilai pencapaian tahun ini oleh perempuan seperti ilmuwan medis Chen Wei, juru bicara kementerian luar kampung Hua Chunying, dan pejuang UFC Zhang Weili.

Namun banyak orang di China merasa bahwa peran wanita di negeri tersebut masih diremehkan, di banyak industri. Ini adalah poin pembicaraan besar di bulan September, masa sebuah drama TV yang menyoroti peran perempuan dalam pertarungan Covid-19 di China secara luas dipandang sebagai seksis.