Kisah Soesalit Djojoadhiningrat, Putra RA Kartini yang Penuh Liku

kisah-soesalit-djojoadhiningrat-putra-ra-kartini-yang-penuh-liku-1

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SGP 2020 – 2021.

VIVA   – Tanggal 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini di Indonesia. RA Kartini lahir pada 21 April 1879 di Jepara dan wafat  pada 13 September 1904. R. A. Kartini meninggal beberapa hari usai melahirkan putra pertamanya Soesalit Djojoadhiningrat.

Ditinggal sang ibu saat baru lahir, Soesalit Djojoadhiningrat  harus menempuh kehidupan yang keras. Tak seperti sang ibu yang diberi gelar pahlawan dan banyak dikenal, perjuangan hidup Soesalit Djojoadhiningrat  tak banyak diketahui.

Menjadi Yatim Piatu di usia 8 tahun 

Dihimpun  dari seluruh sumber, Soesalit Djojoadhiningrat sempat diasuh oleh sang nenek, Ngasirah atau Nyonya Mangunwikrimo sebelum kembali diasuh did ayah lagi K. Ur. M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat.

Namun, saat berusia delapan tahun, Soesalit Djojoadhiningrat harus kehilangan  sang ayah, yang meninggal dunia. Soesalit Djojoadhiningrat kemudian diasuh oleh kakak tiri tertuanya, Abdulkarnen Djojoadinigrat, yang kemudian menggantikan gaya sang ayah sebagai Bupati Rembang.

Pendidikan

Meski diasuh oleh kakak tiri,   Soesalit Djojoadhiningrat disekolahkan di sekolah yang sama misalnya Kartini yakni di European countries Lagere School (ELS) lalu lulus tahun 1919. Setelah lulus, Soesalit Djojoadhiningrat melanjutkan pendidikannya di Hogere Hamburger School Semarang dan lulus pada tahun 1925. Dia juga diketahui sempat menempuh pendidikan Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren.