Kisah Haru Bule Islandia Atheis dan Depresi hingga Jadi Mualaf

Dapatkan promo member baru Pengeluaran SDY 2020 – 2021.

Jumat, 12 November 2021 – 04:30 WIB

VIVA – Islam membuat seorang perempuan muda asal Islandia ini merasakan kedamaian usai depresi tak berkesudahan yang berkecamuk di hatinya. Bahkan, sebelum memutuskan mualaf, ia sempat menjadi atheis lantaran enggan mengenal Tuhan.

Gadis asal Islandia yang baru belajar memakai hijab itu menuturkan kisah haru nan inspiratif di kanal YouTube Barat Bersyahadat. Diakuinya, menjadi muslim sudah ia yakini sejak 3 Januari 2017 lalu di saat usianya masih 21 tahun. Gadis ini menuturkan bahwa perjalanannya mengenal Islam lantaran merasa ‘berbeda’ dengan masyarakat sekitar.

“Mayoritas di Islandia beragama Kristen dan kebanyakan ‘sama’ dan baik. Tapi yang saya tahu, orang Islandia suka minum dan pesta. Hampir setiap pekan mereka ke kota untuk pesta. Tapi saya bukan tipe gadis yang suka pesta dan saya merasa berbeda dari orang lain. Saya tidak menyukai hal-hal demikian. Saya enggak pernah minum alkohol seumur hidupku,” bebernya.

Lebih dalam, ia melanjutkan bahwa keluarganya sendiri cukup taat beragama meski kedua orangtuanya memiliki agama yang berbeda. Sang ayah menganut Kristen, sementara ibunda meyakini agama Saksi Yehowah.

Ilustrasi masjid.
Photo :

  • Freepik/wirestock

Ilustrasi masjid.

“Karena umurku masih muda, saya belum memahami agama dan Tuhan. Saya putuskan saya tidak percaya Tuhan. Sama halnya dengan saudara laki-laki dan perempuan, kita semua atheis,” imbuhnya.

Sang ibu kerap kali membicarakan akan pemahaman Tuhan kepada ia dan saudara-saudaranya. Namun, ia tak pernah percaya keberadaan Tuhan. Terlebih, situasinya yang baru beranjak remaja justru mendapat perundungan sehingga makin tak mempercayai adanya Tuhan.