Kejagung Kembali Periksa 3 Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya

Kejagung Kembali Periksa 3 Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya

Promo menarik pada undian Data HK 2020 – 2021.

VIVA   –  Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Agung (Kejagung) RI kembali memeriksa beberapa pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terpaut kasus PT Asuransi Jiwasraya.

Kali ini, jajaran Adhyaksa tersebut memeriksa Direktur Pengelolaan Investasi Departemen Pangawasan Pasar Modal 2A OJK, Sujanto, Kepala Bagian Pendaftaran Produk Pengelolaan Direktorat Pengelolaan Investasi Pengawasan Pasar Modal 2A OJK, Pudjo Damaryono, dan Kepala Sub Bagian pada Departemen Pengawasan Pembicaraan Efek OJK, Nova Efendi.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono mengatakan, selain tiga penguasa OJK, jajarannya juga kembali memeriksa mantan Direktur Utama PT Pura Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah.

“Kami memeriksa empat  orang sebagai saksi yang terkait dengan perkara aksi pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya, ” kata Keadaan dihubungi awak media, Rabu, 2 Desember 2020.

Keadaan mengatakan, diperiksanya tiga  pejabat OJK dan mantan dirut BEI dikerjakan untuk membuktikan keterangan tersangka kejadian korupsi Jiwasraya atas nama Fakhri Hilmi yang merupakan mantan utusan Komisioner Pengawas Pasar Modal 2 OJK.

Pemeriksaan keempat saksi tersebut dianggap perlu perlu mengungkap peran masing-masing saksi melanggar transaksi saham milik Jiwasraya dengan akhirnya merugikan keuangan negara mematok lebih dari Rp16 triliun.

“Keterangan empat  orang saksi tersebut dianggap perlu untuk mengungkap sejauh mana posisi para saksi dalam menjalankan tugasnya baik sebagai pengurus BEI, OJK maupun perusahaan manajer investasi kaitannya dengan jual beli saham daripada pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT  Asuransi Jiwasraya, ” ujar  Hari.

Penjagaan terhadap empat  orang saksi yang terdiri atas  tiga  orang pejabat OJK dan mantan dirut BEI ini bukanlah yang pertama kala dilakukan oleh kejaksaan. Bahkan, Erry Firmansyah tercatat sudah diperiksa lebih dari empat  kali oleh kejaksaan terkait kasus korupsi yang berlaku di Jiwasraya. Dari informasi yang berhasil dihimpun, Erry pernah diperiksa pada 18 November, 10 November, 4 September, dan 27 Juni 2020.

Sementara tersebut, dalam kasus korupsi Jiwasraya, korps Kejaksaan Agung telah menetapkan Fakhri Hilmi sebagai tersangka karena pejabat OJK ini diduga mengetahui adanya penyimpangan atas transaksi milik Jiwasraya.

Hari pun menguatkan setiap pemeriksaan saksi dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan tentang pencegahan penularan COVID-19.

“Antara lain dengan memperhatikan jarak tenang antara saksi dengan penyidik yang sudah menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Bagi para saksi wajib mengenakan masker dan tetap mencuci tangan menggunakan hand sanitizer pra dan sesudah pemeriksaan, ” katanya.

Baca juga:   Cegah Aksi Pengepungan, Banser Jaga Rumah Mahfud MD di Madura