Irjen Napoleon Bantah Terima Suap, Polri: Kami Tak Kejar Pengakuan

Irjen Napoleon Bantah Terima Suap, Polri: Kami Tak Kejar Pengakuan

VIVA   –  Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Napoleon Bonaparte mengaku tidak menerima aliran uang untuk pengurusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra. Sementara  Djoko Tjandra mengaku memberikan uang kepada Napoleon.

“Tidak (terima aliran uang Djoko Tjandra), ” kata Napoleon pada Bareskrim Polri pada Jumat, 28 Agustus 2020.

Baca juga:   Irjen Napoleon: Jangan Ragukan Integritas Beta

Sementara itu, Besar Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Awi Setiyono mengucapkan, penyidik Subdit 2 Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim telah melakukan rekonstruksi terkait perkara dugaan manipulasi pengurusan red notice Djoko Tjandra dalam Kamis, 27 Agustus 2020. “Itu salah satu upaya-upaya untuk mengungkap kasus ini, ” ujarnya.

Menurut dia, penyidik menjalankan suatu perkara untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka itu sesuai scientific crime investigation s ehingga  penyidik tidak melacak pengakuan. “Penyidik tidak mengejar pengakuan, penyidik bekerja sesuai dengan scientific crime investigation . Jadi kami  tidak mencari atau mengejar pengakuan, ” kata Aur.

Diketahui, Bareskrim telah menetapkan empat orang tersangka terpaut kasus pengurusan red notice Djoko Tjandra. Keempat tersangka itu adalah Djoko Tjandra, Tommy Sumardi, Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Djoko Tjandra serta Tommy Sumardi merupakan tersanka pemberi suap, sedangkan Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo sebagai tersangka penyambut suap. Penerima suap dijerat Perkara 5 ayat (2), Pasal 11, Pasal 12 huruf a dan b UU Nomor 20 Tahun 2002 tentang Tipikor juncto Pasal 55 KUHP.

Djoko Tjandra dalam pemeriksaan sebelumnya selalu mengakui telah memberikan suap kepada dua orang jenderal polisi tersebut yang kini menjadi tersangka, yaitu Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo. Namun, Irjen Napoleon melalui pengaruh hukumnya membantah tuduhan menerima suap.