Hendak Pakai VPN yang Aman, Terkait Tipsnya

Hendak Pakai VPN yang Aman, Terkait Tipsnya

VIVA   –  Belakangan ini Digital Private Network (VPN) semakin populer digunakan untuk menyiasati berinternet tanpa menggunakan kuota, namun ternyata pemakaian VPN membawa sejumlah ancaman, mulai dari privasi hingga keamanan siber.

Meskipun VPN menjamin keamanan, pakar keamanan siber, memperingatkan bahwa ada banyak aplikasi VPN yang mengekspos pengguna mereka pada pengawasan dan serangan siber. Menurut pakar, banyak VPN gratis yang menggunakan protokol yang tidak aman dan mencatat aktivitas pengguna.

Baca juga:   Siap-siap, Indihome Mau Kasih Kejutan Jelang Akhir Tahun

“Secara umum, VPN adalah layanan yang dirancang untuk mengenkripsi seluruh lalu lintas komputer Anda dan pada ketika yang sama menyembunyikan identitas Kamu dengan merutekan lalu lintas (sekarang terenkripsi) melalui satu atau lebih  router  anonim, ” ujar kepala penelitian siber Check Point, Yaniv Balmas, dikutip dari Forbes, Sabtu 24 Oktober 2020.

Dengan asumsi bahwa penyedia VPN menggunakan metode enkripsi terbaru dan sering mengubah titik peruteannya, layanan ini harusnya menyediakan layanan yang aman dan tangguh.

Namun, Balmas mengatakan bahwa “masalah terletak pada detailnya, ” pada mana VPN yang diimplementasikan dengan buruk menyebabkan “lebih banyak kerugian daripada kebaikan bagi penggunanya. ”

Balmas menambahkan dalam banyak kasus VPN, terutama VPN gratis, membuat pengguna terbuka terhadap virus dan berpotensi melanggar privasi.

“Kami menguji 150 aplikasi VPN Android gratis teratas dan menemukan yakni banyak yang memiliki masalah keamanan dan kinerja yang serius, ” kata pakar VPN, Callum Tennent.

Riset yang diaplikasikan pada 2019 itu mengungkapkan bahwa 18 persen dari VPN yang diuji Tennent mengandung potensi  malware  atau virus, 85 persen mengizinkan fungsi yang dapat membahayakan privasi pengguna dan 25 persen mengekspos lalu lintas pengguna.

Bukan hanya aplikasi VPN Google android gratis yang bermasalah, 20 aplikasi VPN teratas untuk iPhone lalu perangkat Android juga menemukan hasil yang sangat mirip.

Sementara itu, riset yang dilakukan pada 2020, dikutip dari laman vpnmentor, terhadap 283 VPN menunjukkan bahwa banyak VPN gratis yg berisi  malware. Faktanya, sebanyak 37 persen VPN menunjukkan sinyal terinfeksi  malware.

Studi yg sama juga menemukan bahwa seventy two persen VPN gratis menyematkan pelacak pihak ketiga dalam perangkat lunak mereka. Pelacak ini digunakan tuk mengumpulkan data tentang aktivitas  online  sehingga pengiklan dapat menargetkan iklan dengan lebih baik. (ant)