Dalam Sepekan, Kejagung Tangkap 3 Buronan Kasus Korupsi

Dalam Sepekan, Kejagung Tangkap 3 Buronan Kasus Korupsi

VIVA   –  Kejaksaan Agung terus menunjukkan taringnya sebagai penegak hukum. Dalam sepekan, lembaga dengan dipimpin oleh Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin itu berhasil meringkus 3 buronan yang telah lama dicari.

Buronan pertama dengan diringkus oleh Kejagung adalah target kasus korupsi pekerjaan pembangunan Pekerjaan Sepeda Melai One-Longa-Bandara di Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2011, Micle Aryanto Lesmana.

Di putusan pengadilan, Micle dipidana secara kurungan penjara selama 5 tarikh dan denda sebesar Rp200 juta. Selain itu, buronan tersebut harus membayar uang pengganti sebesar Rp446 juta.

Berdasarkan informasi, tim intelijen Kejagung berkolaborasi dengan tim Kejaksaan Agung Baubau menangkap Micle yang telah empat tahun buron di salah satu kawasan di Baubau, Sultra, Senin, 7 September 2020.

“Pada hari Senin tanggal tujuh September 2020 pukul 19. 00 Wita  bertempat di Baubau, awak intelijen  Kejaksaan Agung  bersama tim Kejaksaan Negeri Baubau berhasil menyembunyikan terpidana perkara tindak pidana korupsi/DPO Kejaksaan Negeri Wakatobi dengan identitas bernama Micle Aryanto Lesmana, ” kata Jaksa Agung Muda bagian Intelijen (Jamintel) Kejagung, Sunarta, Senin, 7 September 2020.

Baca juga:   Kejaksaan Persilakan Polri Kembangkan Kasus Eks Dirut Transjakarta

Buronan kedua yang ditangkap adalah mantan Kepala Sub Bagian TU Dinas Pekerjaan Ijmal dan Perhubungan Kabupaten Mamuju, Rusmandi Candra. Bersama tim Kejati Sulawesi Barat, tim Kejagung meringkus Rusmandi, yang telah 10  tahun target, di sebuah angkringan di Berkepanjangan Brigjen Katamso, Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu, 9 September 2020.

Rusmandi merupakan terpidana kasus korupsi kredit pangkal kerja jasa konstruksi Bank Sulawesi Selatan dan Barat. Rusmandi menyusun SPMK fiktif untuk mengajukan pengaruh modal kerja jasa konstruksi pada Bank BPD Sulselbar, sehingga melahirkan kerugian negara sebesar Rp41 miliar
Dalam putusan MA itu, Rusmandi dijatuhi hukuman 10 tahun penjara serta denda Rp300 juta.

Selain itu, tempat dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp22 miliar. “Keberhasilan penangkapan buronan/DPO tindak pidana korupsi oleh Awak Intelijen Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat kali tersebut, adalah merupakan penangkapan yang ke-65 di tahun 2020, ” kata pendahuluan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, Kamis, 10 September 2020.

Terakhir, Kejagung juga mengeksekusi mantan Direktur Pati Transjakarta, Donny Andy Sarmedi Saragih ke Lapas Salemba. Donny ditangkap, setelah sekian lama berstatus jadi daftar pencarian orang (DPO), pada Apartemen Mediterania, Jakarta Utara di dalam Jumat, 4 September 2020.

Donny didakwa menipu Direktur Utama PT Lorena Transport, Paduka Terkelin Soerbakti. Kala itu, Donny masih berstatus sebagai direktur operasional di PT Eka Sari Lorena Transport Tbk.

Kepala Kejari Jakarta Pusat Riono Budisantoso mengungkapkan, terpidana Donny Andy Sarmedi Saragih dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 100K/Pid/2019 tanggal 12 Februari 2019 Jo. Putusan PT DKI Jakarta Nomor 309/Pid/2018/PT. Dki tanggal 12 Oktober 2018 Jo. Putusan PN Jakarta Pusat nomor 490/Pid. B/2018/PN. JKT. Pst tanggal 14 Agustus 2018.

“Terdakwa Donny Andy Sarmedi Saragih terbukti secara makbul dan meyakinkan tindak pidana 378 KUHP, dengan pidana penjara semasa 2 tahun. Setelah menerima vonis inkracht , Donny tidak kooperatif dan melarikan muncul, sehingga ia ditetapkan sebagai DPO, ” ungkapnya.