Arab Saudi Dalam Bahaya, Yaman Sudah Punya Rudal Pedang Nabi Mulia SAW

Arab Saudi Dalam Bahaya, Yaman Sudah Punya Rudal Pedang Nabi Mulia SAW

VIVA   – Negeri Arab Saudi kini benar-benar kudu berpikir lebih keras untuk bisa mempertahankan wilayahnya agar tak asyik lebur di tangan militer Yaman beserta milisinya.

Sebab, meski terus-terus dibombardir dengan pukulan jet-jet tempur. Ternyata Yaman tidak bisa dihancurkan dengan mudah sesuai yang diharapkan Arab Saudi, untuk membalas sakit hati atas kebobrokan rezim Presiden Abdrabbu Mansour Hadi.

Malahan kini Arab Saudi yang berada dalam kerawanan bahaya besar. Sebab, secara diam-diam selama perang pecah, Yaman sudah menghimpun kekuatan persenjataan. Dan secara tak terduga, Yaman kini telah memiliki rudal balistik yang diklaim bisa menjangkau Ibukota Arab Saudi, Riyadh.

Dalam pernyataan resminya dilansir VIVA Militer, Minggu 27 September 2020, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menuturkan bahwa rudal balistik itu buatan produksi dalam negeri dan diberinama rudal balistik Zulfikar.

Nama rudal itu diambil sejak nama pedang bermata dua termasyur dan diyakini terkuat di dunia milik Nabi Besar Muhammad SAW, yaitu Pedang Zulfikar.

“Dengan pertolongan Tuhan, Angkatan Udara dan Angkatan Rudal melakukan operasi militer bersama yang menargetkan sasaran penting di ibukota musuh Saudi, “Riyadh”, dengan rudal balistik jenis Zulfikar dan 4 drone samad 3, ” kata Brigjen Saree.

Brigjen Saree dengan tegas menyatakan, militer Yaman tidak akan sungkan melepaskan rudal balistik Zulfikar ke jantung Kerajaan Arab Saudi, jika negara kaya minyak itu terus melayani pengepungan terhadap Yaman.

“Penargetan tersebut datang sebagai pembalasan atas eskalasi yang terus berlanjut oleh bandingan dan pengepungan yang berkelanjutan tempat negara kita tercinta. Kami berkomitmen kepada penjahat dan penyerang rezim Saudi dengan operasi yang bertambah menyakitkan jika masih mempertahankan agresinya dan memblokade negara kita yang hebat dan orang-orang terkasih kita, ” ujarnya.

Saree tidak menjelaskan bagaimana dalam situasi dikepung pasukan koalisi Arab, Yaman masih mampu menciptakan rudal balistik itu. Dan Saree juga tidak menerangkan seberapa hebat kemampuan Zulfikar, sehingga diklaim bisa menembus Riyadh.

Memang dalam berapa waktu ini, bermunculan video ujicoba rudal balistik di Yaman, dipercaya rudal itulah yang bernama Zulfikar.

Namun, banyak bagian juga yang menduga, rudal balistikn Zulfikar milik militer Yaman merupakan, rudal bernama sama yang telah diciptakan Iran. Perlu diketahui, dalam 2016, Iran telah merilis lulus membuat rudal dengan daya jelajah mencapai 700 kilometer, dan dibernama Zulfikar.

Dugaan tersebut muncul seiring dengan hasil penyelidikan PBB terkait jenis rudal dengan dipakai milisi Houthi untuk meledakkan pusat minyak terbesar dunia, Aramco. PBB menyebut, rudal itu mempunyai karakteristik dan desain rudal mendekati dengan yang juga diproduksi Iran.

Perlu diketahui, perang antara Yaman dan Arab Saudi pecah setelah Houthi menumbangkan rezim yang didukung Arab Saudi. Semenjak 2015, militer Kerajaan Arab membentuk pasukan koalisi dan melakukan penyerbuan ke  Yaman.

Di data yang telah diterbitkan Rencana Data Yaman, setidaknya sudah 18. 500 warga sipil tewas di lebih dari 20. 000 serangan udara koalisi Royal Saudi Air Force (RSAF).

Menyuarakan: Sangar, Ini Kapal Perang Peluru kendali TNI yang Kawal Jenderal Luhut ke Lagoi